Selasa, 11 September 2012

Pemahaman Tentang Buluh dan Bulu Perindu

Peminat okultisme acapkali rancu membedakan Buluh Perindu dengan Bulu Perindu. Hal ini mungkin saja dikarenakan kata buluh dan bulu mempunyai kemiripan bunyi kata atau bisa juga karena ketidak tahuan akan jenis benda ini.

Dalam bahasa Melayu, Buluh bermakna Bambu, sedangkan Perindu bermakna Membuat rindu, terminologi ini merupakan majasi untuk menyebut alat musik tiup berupa Seruling. Seperti dalam kias bidal orang melayu, alisnya bak Semut Beriring, rambutnya bak Mayang Terurai, pipinya bak Pauh Dilayang ( pauh adalah buah kuini, dilayang= dipotong memanjang dgn rapi), kukunya bak Kiliran Taji, bibirnya bak Delima Merekah, hidungnya bak Dasun Tunggal (dasun tunggal= bawang putih tunggal), suaranya merdu bak Buluh Perinduh.

Dalam pemanfaatan supranatural, ada banyak jenis buluh perindu. Ada yang menyebutnya bambu gila yakni sepotong bambu kecil tunggal yang terdapat di pucuk serumpun bambu kuning yang selalu bergerak-gerak meskipunpun tidak ada angin bertiup, konon dibawah serumpun bambu ini dijaga oleh seekor ular hitam. Jenis bambu ini biasanya tumbuh diatas batu.

Untuk kemanfaatan supranatural, di Kalimantan menggunakan Bulu atau serat yang terdapat pada buluh perindu. Orang Dayak Murong di puncak gunung Bondang Puruk Cahu kalimantan Barat percaya bahwa rumpun yang memiliki buluh perindu merupakan tempat hunian makhluk halus yang mereka sebut Puntianak. Sehingga untuk mendapatkannya diperlukan ritual khusus yang intinya adalah meminta kerjasama baik dari Sang Puntianak. Kerjasama ini yaitu seseorang yang mengambil buluh perindu diwajibkan merawat tempat hunian Puntianak itu, sedangkan kompensasinya, Puntianak menolong usaha penggunaan buluh perindu itu untuk mempengaruhi hati seseorang.

Setelah ritual tersebut dijalankan, barulah buluh perindu tersebut bisa dipergunakan. Adapun cara penggunaannya dengan meniupkan bubung bambu tersebut, sambil membayangkan wajah calon yang ingin dibuat rindu terhadap kita. Disini digunakan mantera untuk membuat Puntianak rela membantu.

Adapun jenis buluh perindu ini mempunyai ciri yaitu seperti tabung kecil dengan diameter berkisar 0,75cm dengan panjang sekitar 5 cm yang memiliki tutup, pada bahagian dalamnya terdapat serat seperti akar atau bulu halus berwarna kehitaman dan sangat liat, tidak mudah patas, putus apalagi terbakarpun tidak bisa.

Jika bubung bambu tersebut kita taruh disungai yang bergerak, maka ia tidak akan bergerak mengikuti arusnya, bahkan cenderung berlawanan arah atau malah diam. Kalau dibuka tutupnya akan mengeluarkan bau seperti rebung bambu yang sangat khas. Pengaruhnya akan bertahan selama tiga hari, setelah itu harus diulang lagi.

Sedangkan Bulu Perindu yang sering dibesar-besarkan paranormal itu, berbentuk seperti ijuk sapu, panjangnya sekitar 5 cm. Ada paranormal yang membuat penamaan Bulu Perindu Emas, Kehitaman atau Bulu Perindu Kemerahan. Merupakan perdu dari sejenis rumput liar yang merupakan tumbuhan semak. Burung elang sering mengumpulkan perdu ini untuk membuat sangkak bertelur.

Dalam kondisi kering, perdu dari pohon rumputan ini mempunyai sifat lenting sehingga ia akan bereaksi dalam bentuk gerak jika terkena panas seperti didekatkan pada bara rokok atau terkena dingin jika dikenakan air. Didalam mangkok yang berisi air, Bulu Perindu akan bergerak, bahkan mampu mencari pasangannya. Jika kita mempelajari Kofisien Lenting pada ilmu Fisika, hal ini bukanlah suatu yang luar biasa.

Yang disebut Bulu Perindu dari perdu rumput ini mempunyai manfaat penyembuhan bagi penderita patah tulang. Dalam jumlah yang berimbang, bulu perindu bisa di campur dengan minyak kelapa hijau.

Sedang bulu perindu sebenarnya adalah sejenis bulu yang terdapat pada paruh enggang atau burung nanggur daha yang datang 45 tahun sekali di bukit tertentu. (untuk menghindarkan pemalsuan oleh oknum paranormal gadungan, saya tidak mencantumkan photo bulu/buluh perindu yang asli disini)

Bagi peminat Ilmu Pelet ataupun Pelaris, Buluh & Bulu Perindu juga sering di jadikan bahan untuk kepentingan pemanis. Biasanya Bulu Perindu diletakkan di dalam dompet atau direndam di dalam minyak wangi tertentu untuk bahan olesan.

Baca Mantra-Mantra Lainnya disini